Wijen: Perbanyak ASI dan Cegah Kanker

Rabu, 25 Agustus, 2004 oleh: gklinis
Wijen: Perbanyak ASI dan Cegah Kanker
Gizi.net – Biji wijen dapat dijumpai dengan mudah pada kue onde-onde atau roti gambang. Wijen juga sering ditaburkan di atas makanan dan sayuran, serta menjadi bahan baku minyak wijen. Biji wijen yang sering digunakan jadi bahan kue itu berbentuk biji-biji kecil pipih denagn ujung meruncing. Di beberapa daerah, wijen dikenal dengan nama lengong (NAD), lenga (Batak), wijen (Sunda-Jawa), dan lain-lain. Sementara di Cina, wijen dinamai zhe ma. Wijen (Pedaliaceae) merupakan tumbuhan herba yang tingginya mencapai 1 – 1,5 meter.

Tumbuhan yang berasal dari Afrika Tropis ini dapat tumbuh pada ketinggian 1-1.000 meter di atas permukaan laut. Letak daunnya saling berhadapan, bertangkai panjang, dan lebih sempit. Bunganya tertancap di antara dua kelenjar, bertangkai pendek, dan warna bunganya putih atau ungu. Mahkota bunganya berambut dan berlendir seperti kelopaknya. Bunganya berbentuk tabung yang membengkok ke bawah. Buahnya berambut lebat, berbentuk segi empat tumpul panjang. Satu buah bisa berisi lebih dari 50 biji. Baik dalam bentuk bijinya maupun minyak, wijen memiliki aroma khas yang wangi. Selain sebagai pencampur makanan, wijen juga mengandung khasiat obat.

Menurut Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia, wijen berkhasiat memperbanyak air susu ibu (lactagoga) dan mencegah kanker dan penuaan. Khasiat wijen didapat dari kandungan zat-zat kimia yang diketahui lewat sejumlah penelitian. Beberapa zat yang ada dalam wijen antara lain gliserida (asam oleat, linoleat, palmitat, stearat, miristinat), sesamin, sesamolin, sesamol, lignans, pedaliin, planteose, sitokrom C, protein, prantosa, vitamin A, B1, dan E. Wijen banyak kegunaannya. Bisa untuk pencegahan, pengobatan, dan perawatan. Untuk preventif wijen berkhasiat mencegah kerontokan rambut, penuaan, kanker, penyakit degeneratif, rambut beruban, stroke, hipertensi, dan lain-lain. Untuk pengobatan, wijen dimanfaatkan dalam mengatasi penyakit batuk, katarak, sakit perut-diare, sakit kepala, kencing nanah, kencing manis, sembelit, beser (sebentar-sebentar kencing), rematik, dan luka-luka.

Wijen juga berkhasiat merawat dan meningkatkan fungsi lever, kecerdasan, stamina, dan menghitamkan rambut. Untuk fungsi-fungsi tersebut wijen dimasak bersama campuran bahan lain, lalu dimakan secara rutin. Misalnya, untuk mencegah penuaan, biji wijen dicampur kacang merah kecil (Phaseolus angularis Wight), dan gula merah dibuat bubur dan dimakan. Biji wijen yang ditaburkan di atas makanan atau sayuran berkhasiat memperbanyak ASI dan mencegah rambut beruban. Yang dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati penyakit degeneratif berbentuk minyak. Minyak itu digunakan untuk menumis sop atau masakan yang dikonsumsi oleh penderita. Untuk tekanan daerah tinggi biji wijen kering dibuat bubuk, lalu diseduh dengan air panas, dan diminum. Bisa juga bubuk wijen itu direbus, dan air saringannya diminum 2-3 kali sehari.

Sumber: Republika Online – Selasa, 10 Agustus 2004 – Penulis : wed

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: